AC Milan Riwayatmu Kini: Dulu Loyo di Liga Italia tapi Garang di Eropa, Sekarang Sebaliknya
Faktor pertama adalah pengalaman. Sudah 7 musim lamanya, AC Milan absen di kompetisi tertinggi di Benua Biru tersebut. Secara psikologis, I Rossoneri tak dibekali modal yang kuat untuk melakoni bentrokan dengan beberapa kontestan terbaik di masing-masing negara.
Bahkan hampir keseluruhan penggawa AC Milan saat ini belum pernah mencicipi kerasnya Liga Champions. Mereka yang punya pengalaman mentas di kompetisi tersebut bisa dihitung dengan jari.
Ditambah lagi, lantaran punya nilai koefisien rendah, AC Milan langsung diterjunkan di grup neraka. Kondisi tersebut makin memperberat langkah pasukan Pioli yang minim jam terbang di Liga Champions.
Faktor selanjutnya hilangnya briliansi. Dahulu, jika Andriy Shevchenko maupun Filippo Inzaghi menemui deadlock, AC Milan masih punya Rui Costa, Andrea Pirlo hingga Kaka. Visi serta skill individu diatas rata-rata yang dimiliki ketiganya kerap menjadi pemecah kebuntuan.
Tanpa mengecilkan pasukan I Rossoneri yang sekarang, faktanya belum ada sosok yang satu level dengan Rui Costa, Andrea Pirlo maupun Kaka. Tak hanya lini penyerangan, di barisan pertahanan AC Milan juga punya perbandingan skuat yang jomplang.
Faktor terakhir yang tak kalah krusial mengapa AC Milan loyo di Liga Champions adalah dominasi tim-tim Liga Inggris. Saat ini, wakil dari Negeri Ratu Elizabeth sulit dibendung tim lain.
Tak ayal jika seluruh wakil Liga Inggris sudah memastikan diri lolos ke 16 besar lebih cepat. Bandingkan saja dengan duta Liga Italia dan Spanyol yang masih harus menunggu hingga matchday pamungkas.
Yang lebih gilanya lagi, Manchester City, Liverpool, Manchester United serta Chelsea hampir pasti keluar sebagai pemuncak grup. Hal tersebut seolah meneguhkan jika kiprah tim-tim Liga Inggris belum bisa dijinakkan kontestan lain, termasuk AC Milan. Setuju atau tidak, namun faktanya demikian